Rabu, 22 September 2010

BERDANA PRAKTIK AWAL MENUJU JALAN NIBBANA

Banyak berbuat kebajikan, tidak melakukan kejahatan, sucikan hati dan pikiran itulah ajaran para buddha. Jika kita telaah lebih dalam, sutta ini mengarah kepada dana, sila, bhavana.
Hal mendasar yang diajarkan oleh sang buddha kepada umat awam adalah berdana, sang buddha mengajarkan hal tersebut karena berdana

Jumat, 01 Januari 2010

Buddhadhamma

5 Moralitas Budhis

1. Berusaha melatih diri untuk tidak menghilangkan nyawa makhluk lain
2. Berusaha melatih diri untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya
3. Berusaha melatih diri untuk tidak berbuat asusila dan melakukan pemuasan nafsu yang salah
4. Berusaha melatih diri untuk tidak menggunakan ucapan secara salah, termasuk disini yaitu berbohong , berkata kasar, bergunjing, membicarakan hal yang tidak bermanfaat
5. Berusaha melatih diri untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat membuat lemah atau hilangnya kewaspadaan.

Dhamma

Delapan Jalan Mulia

Pandangan bahwa hidup hanya sekali sehingga menempuh jalan bersenang-senang, foya-foya, dan memuaskan hasrat dengan alasan menikmati hidup, juga pandangan demi bahagia di kehidupan mendatang lalu menempuh jalan menyiksa diri sendiri, sesungguhnya kedua jalan ekstrim tersebut tidak akan membebaskan kita dari penderitaan.

Sila

Perbuatan-perbuatan baik

1. Berdana; baik materi maupun non materi
2. Moralitas (sila)
3. Ikut berbahagia atas perbuatan baik orang lain
4. Bakti pada orang tua, guru-guru, dan orang-orang yang telah berjasa pada kita
5. Menghormati mereka yang pantas dihormati
6. Memaafkan kesalahan orang lain
7. Mendengarkan dhamma
8. Menyebarkan dhamma
9. Mengembangkan batin melalui meditasi
10. Pelimpahan jasa
11. Meluruskan pandangan hidup

Perenungan

SEBUAH PERENUNGAN

Hati jemu dengan penderitaan, silih datang berganti, namun tak dapat tuk mengakhirinya, selama masih diliputi oleh kekotoran batin, hati ini terus saja mengalami penderitaan, sungguh, sungguh melelahkan merasakan kebahagiaan semu, sungguh, sungguh tidak memuaskan merasakan kegembiraan semu,

KISAH DEVADATTA

KISAH DEVADATTA

Suatu saat Devadatta menetap bersama Sang Buddha di Kosambi. Selama tinggal di sana ia menyadari bahwa Sang Buddha menerima banyak perhatian dan penghormatan maupun pemberian. Dia merasa iri hati terhadap Sang Buddha dan bercita-cita untuk memimpin Sangha yang terdiri dari bhikkhu-bhikkhu. Suatu hari, ketika Sang Buddha sedang memberikan khotbah di Vihara Veluvana di dekat Rajagaha, dia mendekati Sang Buddha dan dengan alasan bahwa Sang Buddha sudah semakin tua, dia sangat berharap Sangha akan dipercayakan kepada pengawasannya. Sang Buddha menolak usulnya serta menegur,